<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MuhammAd AnhAr HusYAm</title>
	<atom:link href="http://emhabahagia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://emhabahagia.wordpress.com</link>
	<description>ADA, BERMAKNA, BAHAGIA...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 10:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='emhabahagia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MuhammAd AnhAr HusYAm</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://emhabahagia.wordpress.com/osd.xml" title="MuhammAd AnhAr HusYAm" />
	<atom:link rel='hub' href='http://emhabahagia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengeja Relung Nayla</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/20/mengeja-relung-nayla/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/20/mengeja-relung-nayla/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 10:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Anhar Husyam Jika diejakan, maka ini tak akan selesai dalam kurun sebulan, mungkin lebih, sebab menyusuri jiwamu kurasa memerlukan investigasi, analisis, persepsi, lantas mengambil sample dan akhirnya membuat asumsi-asumsi sebelum mengambil pendapat yang mendekati tentang apa yang kau rasakan kini, Adinda Nayla. Duhai Nayla pagi ini kau mengguyurku dengan desah keluh, sebenarnya itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=275&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/index.jpeg"><img src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/index.jpeg?w=124&#038;h=124" alt="" title="index" width="124" height="124" class="alignleft size-full wp-image-283" /></a></p>
<p>Oleh: Muhammad Anhar Husyam</p>
<p>Jika diejakan, maka ini tak akan selesai dalam kurun sebulan, mungkin lebih, sebab menyusuri jiwamu kurasa memerlukan investigasi, analisis, persepsi, lantas mengambil sample dan akhirnya membuat asumsi-asumsi sebelum mengambil pendapat yang mendekati tentang apa yang kau rasakan kini, Adinda Nayla.</p>
<p>Duhai Nayla pagi ini kau mengguyurku dengan desah keluh, sebenarnya itu hal sepele yang tak semestinya kau tujukan kepadaku, sebuah kecemburuan tanpa alasan, tanpa ada hal yang bisa dibuktikan. Semua bermuasal dari asumsi yang berhulu dari cemburu buta.</p>
<p>Beberapa hari kemudian. Aku tak tahu apa yang mengapitmu hingga begini? aku juga kurang paham dirimu, kebersamaan kita masih berkisar sebulan sejak bertemu di pertokoan waktu itu. Bila kau sadari, aku masih baru dalam hidupmu, lantas apa yang buatmu begitu percaya aku akan meluruhkan semua masalahmu itu? Terlalu mempercayaiku yang belum dalam kau kenali itu berbahaya Nayla. Maaf, aku hanya mengingatkanmu.</p>
<p>Mungkin aku akan tahu bila mampu mengeja denyut waktumu, aku akan paham jika mendekam dalam temaram hatimu. Tapi aku hanyalah aku yang hadir di dekatmu jika lelah menggelayut, jika mata indahmu meredup dan jika malas menunggang dengan culas.</p>
<p>Terkadang ingin aku berkata, “Nayla, baiknya tuangkan saja semua ke dalam catatan harianmu” kurasa itu lebih baik ketimbang kau mengadu padaku yang tak akan menjawab semua tanyamu. Tapi jika itu ternyata bisa menyurutkan amarah, meluruhkan resah dan menyeka gundahmu, baiklah tak mengapa.</p>
<p>Tadi kedua matamu berkaca, kau mengadu tentang hati lelaki yang kau cintai, nyatanya telah bercabang, kau tersakiti. Ah, Itu wajar Nayla, bukankah hidup ini proses? pacaran juga –bagi sebagian orang- adalah proses untuk menanjak ke jenjang yang lebih serius, pernikahan.</p>
<p>Jadi, menurutku tak mengapalah dirinya menemukan tambatan hati yang lain, bukankah pacaran –seperti yang pernah kau tuturkan padaku- adalah jalan menemukan yang terbaik. Lantas, jika ada yang lebih baik kenapa tidak beralih ke situ? Ini bukan untuk tidak setia, tapi lihatlah, mengapa bertahan sementara hatimu telah berpindah ke yang lain.</p>
<p>Tapi ini tidak berlaku bila sudah ada ikatan pernikahan, tolong kau garisbawahi ini, aku tak ingin menjadi orang yang mendukung gonta-ganti pasangan pernikahan, ah! ini baru tak setia namanya. Makanya, mencintai itu sebaiknya dari sifatnya, bukan sekedar fisik, gelar atau kaya semata, terus –itu tadi- butuh proses untuk mengenal dan memahami. Ah, terlalu klise itu Nayla.</p>
<p>Malam ini kau menghubungi seseorang, berkali-kali tak diangkat, wajarlah, waktu telah menanjak pagi, mungkin ia sudah larut dalam bekap mimpi. Kau mendengus dan bercakap padaku bahwa lelaki itu telah memikatmu, lelaki yang mulai menyibak jalan hidupmu yang samar akan sebuah makna kehidupan, makna yang sebenarnya, yang hakiki. Lelaki yang membongkar sekat makna tentang arti kaya, memaknai kembali arti bahagia yang sesungguhnya.</p>
<p>Menurutku lebih baik kau coba berlabuh padanya, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan gurat senyummu akan tergores selalu, dan hanya itulah yang ingin kulihat bila kau hadir dalam hidupku. Ingin aku bisikkan ”kau cantik bila terus bahagia,” jadi cobalah kau pikirkan saranku.</p>
<p>Mungkin aku terkesan mengajarimu, mendiktemu atau apalah terserah. Dirimu punya penilaian sendiri pada siapapun atau atas apapun, termasuk aku. Tapi, jika kau hadirkan dan mempercayai aku sebagai peraduanmu, maka ijinkan aku menyampaikan saranku, semoga kau mendengar.</p>
<p>Kalau kau tak dengar, itu juga wajar. Aku tahu betapa sangat sulit memahami perkataan yang terhembus dari diri yang kaku ini, sulit menyerap makna yang tersirat dari sinar mataku yang tak hentinya menatap ke sudut pintu, memang sulit bagimu, kumaklumi itu.</p>
<p>Nayla, kau berhak menentukan garis hidupmu, tapi bagiku mengadu pada diriku seperti mengadu pada dinding mati, tak bergeming. Jadi kurasa baiknya kau menemukan peraduan yang lain, yang bisa menyelipkan aroma bahagia ke sukma, yang suka melejitkan semangatmu, atau setidaknya suka menyisihkan waktunya untuk mendengar gemuruh keluh yang kerap menghinggapimu.</p>
<p>Nayla, aku tahu. Lelaki itu masih menunggumu, walau pada dirinya keraguan kini menyelimuti, karena kau terlalu tinggi untuknya, kau terlalu indah untuk mengecap sedikit pahitnya kenyataan hidup yang akan dihadapi bila kau bersamanya, ia masih meragukan kesiapanmu. Tapi percayalah, hingga kini ia masih larut di sudut gelisahnya, menimang dan mengenang kebersamaan kalian yang sejenak itu, aku yakin ia lelaki yang setia.</p>
<p>Tapi sebentar, apakah rasa itu sama kau rasakan? Kalau tidak, ya untuk apa aku meneruskan ujarku ini? Sudah, bergegaslah kau temukan sosok lainnya. Tapi kalau iya, apakah dirimu sadar ini tak akan selamanya? Karena menanti adalah sesuatu yang sangat melelahkan jika kau sadari. Bisakah kau siratkan padanya, sedikit saja pendar cintamu untuk menguatkan asanya, karena cinta itu seperti magnet, tarik-menarik. Kelihatannya asyik juga ya? Entahlah.</p>
<p>Ah, Nayla. Kenapa denganmu malam ini? Apa kau marah padanya? Tapi kenapa jadinya kau membantingku? Apa salahku? Apa? Aku mau marah padamu, tapi kurasa itu tak selesaikan masalah, bahkan kurasa ini akan menambah masalahmu. Tapi coba fikirkan sejenak? Aku tempat curhatmu, tapi kau perlakukan aku seperti ini? Mana laku manusiawi yang kau rapal dalam untaian langkahmu itu? Mana?.</p>
<p>Ah ah, maaf jika aku mengajarimu. Tapi coba renungkanlah kembali apa yang kusampaikan ini. Mungkin kau akan menertawakanku saat kau membaca ini, menyadari yang menyampaikan semua ini adalah sosok yang tak pernah kau anggap hidup. Sosok yang sekedar kau anggap pelampiasan, pencurahan atas apa yang membelenggumu. Tapi, pernahkan kau memaknai pepatah ”jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi apa yang disampaikan,” kurasa dirimu bijak memaknai pepatah itu.</p>
<p>Maaf Nayla, aku tak bisa berkata langsung padamu, tapi hanya gurat kata ini yang bisa kulayangkan padamu, karena aku hanyalah sosok bisu di kamarmu, aku bukan sepertimu yang bisa berfikir dan bertindak, aku cuma barbie-mu.</p>
<p>( Dunia KOMA, 01 Juli 2010 )</p>
<p>* Dimuat di Medan Bisnis 18 Juli 2010,<br />
** terjadi kesalahan penulisan, oleh: Herman RN seharusnya oleh: &#8216;Saya&#8217; hmm&#8230; ^_^v</p>
<p>Penulis adalah ketua HMJ BSI UMN. Bergiat di Komunitas Pecinta Membaca dan Berkarya (KOMA) Medan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=275&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/20/mengeja-relung-nayla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/index.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">index</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki yang menunda damai*</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/02/lelaki-yang-menunda-damai/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/02/lelaki-yang-menunda-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 09:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Jika keterusterangan ini membuat hatimu pekat, baguslah. Bila gurat yang menyapamu ini menyayat, baik juga. Agar tersemat rasa bersalah di lindap sukma, agar tak terulang bila esok fajar tiba. Sebaiknya aku katakan padamu, bahwa jiwa ini larut dalam duka yang mencengkram. Aku sadar, berhembusnya gelisah ini menguap dari realitas yang terhidang di hadapku. Aku mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=266&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/nunggu.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-277" title="nunggu" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/nunggu.jpeg?w=135&#038;h=101" alt="" width="135" height="101" /></a><span style="color:#800080;"><strong>Jika keterusterangan ini membuat hatimu pekat, baguslah. Bila gurat yang menyapamu ini menyayat, baik juga. Agar tersemat rasa bersalah di lindap sukma, agar tak terulang bila esok fajar tiba. </strong></span></p>
<p>Sebaiknya aku katakan padamu, bahwa jiwa ini larut dalam duka yang mencengkram. Aku sadar, berhembusnya gelisah ini menguap dari realitas yang terhidang di hadapku. Aku mau bilang apa? orang yang kuanggap mulia ternyata menyimpan sesuatu yang mengerikan!</p>
<p><span id="more-266"></span></p>
<p>Bagaimana tidak? di tangan merekalah kini terjadwal segala masalah mahasiswa tingkat akhir. Aku tak yakin bisa selesai secepat yang lain. Karena hatiku miris, melihat sekawanan ternak itu, tahukah kau? Isi kantongku sudah rompal untuk segala macam urusanmu yang semakin tak logis. Tak tahukah kau? biaya kuliah kuperoleh dari menjerang peluh sendiri? Ah, tak kau hargai itu. Sedikitpun.</p>
<p>Dan kini, aku semacam dalam labirin, tatkala sebuah jalan tol terhampar luas secara terbuka digaungkan, dengan iming-iming cepat selesai dan tak dipersulit. Tentunya ini mengundang liur mahasiswa yang memang kusadari tak memahami arti siapa dirinya.</p>
<p>Belum lagi shock therapy yang dibuat beberapa dosen di semester akhir macam sekarang ini. Sosok -yang katanya simbol- akademisi itu kerap mencekoki dengan cara halus tentang pemahaman ”sogok-menyogok” berdalih ucapan terimakasih. Terlebih Pak Bakti, wajahnya yang sangar benar-benar dimaksimalkannya untuk menciutkan nyali kawan-kawanku, termasuk Yadi dan Mulia, ah!</p>
<p>Aku tahu ini kawan, aku dalam dilema antara idealisme dengan keterdesakan, aku juga sadar, ingin segera menapak kehidupan baru dengan sebuah embel-embel: S.Pd. Tapi apa harus dengan cara sepertimu?</p>
<p>Berkelebat argumen Yadi, sahabat dekatku pemilik suara merdu tatkala mengumandangkan adzan, sosok yang tidak pernah tinggal sholatnya &#8211; Paling alimlah di mata kawan-kawan.</p>
<p>”Kita harus ngejar penerimaan PNS akhir tahun nanti&#8230;” dalihnya. Dan entah mengapa, sebentar saja beberapa orang  mendukungnya -ah, entah kenapa bisa begini?</p>
<p>Mulia, mahasiswa yang loyal dan selalu mengingatkanku untuk membagi waktu kuliah dan kerja, jagonya diskusi panel, bahkan sempat jadi pembicara seminar yang diadakan kampus, pun sepakat dan ikut mengambil jalan ini.</p>
<p>”Nanti dipersulit, kalian tahu kan aku ke kampus menghabiskan tiga puluh ribu untuk ongkosku” Mulia mulai menguapkan alasan ”lagi pula bila cepat aku tamat aku bisa segera mengurus sertifikasi dan nantinya&#8230;” ah, ujarannya tak lagi kudengar. Hanya cerecau tanpa makna yang kulihat dari bibirnya.</p>
<p>Kutatap nanar sekeliling kelas. Sepi. Nada kegetiran menyeruak, aku tahu ini akan menular ke yang lain, aku harus berbuat sesuatu, tapi apa? Mengandalkan lobi UKM? kujamin tak ada yang berani, walau menggunakan dalil yang benar sekalipun! Kurasa sama saja UKM di sini, obral kata-kata manis semacam:</p>
<p>”Kamilah yang mengayomi mahasiswa, kamilah yang peduli dengan Masalah, bakat dan kreatifitas mahasiswa, kamilah pembela&#8230;” bah! kata-kata itu semakin ”lugu” bila diucap oleh orang yang merasa dirinya benar itu.</p>
<p>Atau lewat jalan lain? Mengadu ke presma atau gubernur fakultas? Ah, sama saja! mungkin lebih parah. Bagaimana tidak? urusan internal mereka saja tak becus diurus. Konon pula bila harus bertolakbelakang dengan kepentingan penentu kebijakan itu. Entah makian apalagi yang akan aku lontarkan!.</p>
<p>Hari beranjak, waktu terus melangkah. Aku hanya menggumam, larut dalam kesenduan yang nisbi. Lebih dari setengah kawan-kawan di kelasku akhirnya menyerah -atau tergiur?- ikut memesan. Aku tahu, argumen Mulia dan kefasihan sosok Yadi -yang membenarkan cara itu- turut meyakinkan yang lain. Apalagi selentingan kabar kudengar mereka berdua selaku penanggungjawab di ruanganku, tentunya ada kompensasinya, mungkin mereka digratiskan atau minimal bayar setengah. Ah, kabar itu saja sudah cukup menikam begitu dalam di ulu hatiku.</p>
<p>Tak apa, tak jadi masalah. Apalagi, sempat kudengar tatkala Mulia mulai mengorek cerita tentang orang tua kami yang ada di kampung, mereka ingin anaknya cepat selesai, diwisuda dan cepat dapat kerja.</p>
<p>” Udah ikut saja, aku dan Yadi sudah sepakat ikut ini&#8230;” tutupnya dengan disambut beberapa tepukan tangan bergempita, seolah dirinya adalah penyelamat mereka. Aku hanya terdiam, tak ada guna aku mengguyur nasehat atas jiwa yang kerdil itu. Mungkin yang bisa aku lakukan hanya memaku diri. Memaki dalam hati sosok akademisi yang tak mematut diri pada arti sebuah hidup.</p>
<p>Seminggu berlalu, aku dan segelintir mahasiswa yang masih insaf harus berjuang, bergumul dalam lautan idealisme yang seperti telur di ujung tanduk ini. Sebenarnya muak, serasa ingin aku menendangi orang-orang yang menggantungkan mimpi ”cepat selesai dan cepat bekerja” itu dengan umpatan yang  akan menjungkalkan paradigma mereka sendiri seraya meraba gelar mereka yang &#8211; mungkin &#8211; mereka beli itu!</p>
<p>Aku kian gontai, melihat masa depan orang yang akan digugu dan ditiru ini. Aku juga miris melihat mereka yang dengan nada dan tatapan sinis sering mencibirku ”sok idealis!” Ah, tak tahukah kau kawan aku merantau bukan untuk mengejar angka di atas lembaran transkip nilai itu, pun juga bukan pada selembar kertas keramat bernama: Izajah!</p>
<p>Mimpiku jauh dari sekedar itu! Aku ingin jadi seorang lelaki yang tak pernah berdamai dengan kegelisahan, lelaki yang terus belajar pada alam, lelaki yang meninggalkan jejaknya di dunia lewat kemuliaan dan seorang yang bergelar S.Pd, bukan malah jadi SPD ( Sarjana Pengumpul Diktat ).</p>
<p>Waktu merayap, hingga tak tersadar sebulan telah berlalu. Sore ini kususur jalanan kampus. Keringat mengaliri dahi, kuseka dengan ujung baju. Serta merta langkahku terhenti, di depan sana mendadak ramai, ada apa ini? gumamku. Batinku bergumul tanya.</p>
<p>”Ada apa? apa yang terjadi?” tanyaku bertubi-tubi.</p>
<p>“Tabrakan!” ujar seorang pemuda di dekatku. Ringkas.</p>
<p>”Laga kambing, sepeda motor sama truk” lanjutnya seraya menatapku ”kedua pengendara motor langsung tewas” tambahnya lalu kembali berdesakan di kerumunan itu.</p>
<p>Wajahku menegang. Bulu kudukku meremang seraya menggurat senyum prihatin. Sebenarnya aku ingin turut serta di situ, sekedar mengarak mayat ke ambulan yang pasti sebentar lagi datang. Tapi aku harus bergegas ke tempat kost, seraya menyiapkan diri buat mengajar nanti malam. Lantas, aku bergegas meninggalkan tempat itu seraya menggantungkan doa pada korban kecelakaan itu.</p>
<p>***</p>
<p>Mendung menyapa pagi. Kampus berduka. Tak kuasa kubendung air mata, saat nama itu parau kudengar, mengapa begini? Inikah pelajaran dari tuhan itu?.</p>
<p>Berkelebat bayangan argumen mereka di kelas tentang PNS, tentang orang tua di sawah, cepat dapat kerja, cepat diwisuda, lantas ter- flashback kejadian kemarin sore.</p>
<p>Sepasang tubuh yang terbujur kaku kemarin itu, mereka ternyata&#8230;.</p>
<p>ctt: untuk sahabat2 di Kampus, what are u think Abot this?</p>
<p>( DUNIA KOMA, Medio Mei )</p>
<p><span style="color:#0000ff;">*dimuat di Medan bisnis 27 Juni 2010</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=266&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/07/02/lelaki-yang-menunda-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/07/nunggu.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">nunggu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku menamakan Proses</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/06/28/aku-menamakannya-proses/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/06/28/aku-menamakannya-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 19:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[jejak<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=254&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menuangkan sebuah ide ke dalam bentuk cerita pendek bagi seorang penulis, bisa saja diselesaikannya dalam kurun waktu sehari, setengah hari, tiga jam, dua jam, atau malah satu jam!</p>
<p>Tapi, sejatinya tiap-tiap penulis memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyelesaikan cerpennya. Itu terpengaruh oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal si penulis tersebut.</p>
<p><span id="more-254"></span></p>
<p>Ada cerpen yang selesai secara fisik, tapi belum secara ruh. Ada cerpen yang masih perlu rewrite/editing lagi seperti alur cerita, logika, penggambaran karakter, ejaan, bahkan perlu terkadang ada perombakan sebagian atau bisa jadi keseluruhan isi cerpen.<br />
Sebegitu sulitkah menulis cerpen?, bagiku ini sebuah kenikmatan sendiri, entahlah. Tapi untuk menulis cerpen yang bermutu, aku rasa harus mengikuti rewriting yang tidak hanya sekali, tapi berkali-kali.<br />
Justru disini TANTANGANNYA!, bagaimana kita akan bisa meningkatkan kualitas tulisan. Namun, bila dikatakan bahwa sebuah cerpen itu tergarap selama sebulan!. Anda mungkin pernah dengar seperti itu, tapi pernahkah mengalaminya?, proses rewrite, pemangkasan kalimat-kalimat yang kurang pas, perombakan paragraf-paragrafnya, atau menyetting sebuah plot yang khas, sehingga dalam alam bawah sadarnya pembaca akan mereview kembali potongan klimaks dari sebuah cerpen tersebut.<br />
Sebenarnya aku mau mengisahkan perjalanan ’prosesku’, maukah mendengarnya?, kuharap ada setitik manfaatnya nanti. Semoga.<br />
Mulanya, mendapat kabar ada lomba cipta cerpen dan baca Puisi dari Harian Global itu sendiri. Memang, hari sabtu adalah hari dimana aku memang mulai mewajib diri membeli Global. Segera kabar ini kushare ke kawan-kawan di KOMA dan komunitas lainnya.<br />
Sepulangnya dari berkumpul di punggung* aku menilik stok cerpen di folder komputerku. Lelaki yang Menunda Damai, Pada Sebuah Perjalanan dan Kembalinya Si Baen (KSB). Cerpen-cerpen itu sudah siap secara fisik, tapi kurang menggigit di endingnya – terutama KSB. Tema cerpen yang Sosial memang pas dengan gaya tulisanku yang kerap mengangkat tema sosial humanis dan sedikit berbau psikologis yang melankolis.<br />
Maka menimbang waktunya yang sudah dekat, dan aku pun harus bergumul kembali ke Skripsiku, maka aku putuskan KSB yang ku kirim ke Global. Segera ku obrak abrik KSB, hingga beberapa kali –mungkin sudah puluhan kali. Di print, di edit, rewrite, rombak, acak, buang dan akhirnya kelar juga KSB yang menurutku layak aku kirimkan mengikuti lomba. Kalau tidak salah selesainya tanggal 4 Mei 2010, sementara dituangkannya KSB dalam bentuk embrio cerpen mulai 15 Maret 2010. Aku mengirimkan karya tanggal 07 Mei 2010 tepat sehari sebelum penutupan karya yang masuk. Soalnya Minggu harus pulang ke Siantar, My Sister married.<br />
Dari kisah perjalanan aku dan kawan-kawan dari KOMA ke Harian Global saja sudah menguji kesungguhan kami dalam mengikuti lomba ini – anak KOMA tahu ceritanya, hehe kita kan sama ke sana.<br />
Menutup, memang hal di atas kupraktekkan dalam penulisan cerpenku, walau sungguh, sebagai pemula masih sangat banyak harus belajar – terimakasih kepada dewan juri atas kritiknya yang membangun. Dan, Jum’at kemarin ( 21/05/2010) rasanya tidak percaya, bahwa KSB masuk 7 besar dan akhirnya yang menjadi salah satu pemenang Lomba Cipta Cerpen HUT Ke 4 Harian Global Medan Sumatera Utara.<br />
Harian Global memang memiliki rubrik Sastra yaitu Kalam yang merupakan salah satu wadah dan barometer sastra di Sumut dan Indonesia. Digawangi oleh Bang Teja purnama rubrik ini hadir menandaskan dahaga bacaan sastra.Rubrik ini muncul tiap hari sabtu.</p>
<p>punggung* : lantai ter atas kampus ( beratap langit, berdinding angin)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=254&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/06/28/aku-menamakannya-proses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMOAR SI PEMALU</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/04/02/memoar-si-pemalu/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/04/02/memoar-si-pemalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 05:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG AKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Aku seorang pemalu yang akut. Mungkin karena aku tidak dilahirkan dengan otak seencer Habibi atau dengan wajah Dude Herlino. Aku juga tidak dilahirkan di tengah keluarga pengusaha kaya semacam Bakrie. Aku terlahir dari kalangan ekonomi pas-pasan kalau tidak mau dikatakan miskin. Sewaktu masih berseragam putih merah, aku paling tidak suka (tidak berani) maju ke depan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=219&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffff00;"><strong><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/04/untuk-memoar-si-pemalu1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-224" title="untuk memoar si pemalu" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/04/untuk-memoar-si-pemalu1.jpg?w=159&#038;h=300" alt="" width="159" height="300" /></a><span style="color:#000000;">Aku seorang pemalu yang akut. Mungkin karena aku tidak dilahirkan dengan otak seencer Habibi atau dengan wajah Dude Herlino. Aku juga tidak dilahirkan di tengah keluarga pengusaha kaya semacam  Bakrie. Aku terlahir dari kalangan ekonomi pas-pasan kalau tidak mau dikatakan miskin.</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sewaktu masih berseragam putih merah, aku paling tidak suka (tidak berani) maju ke depan kelas. Karena, tiap berada di depan kelas, aku merasa seperti terbang entah ke langit mana, tak ada sepatah kata keluar, yang deras mengucur adalah keringat dingin beserta gerakan-gerakan ’aneh’ ( macam steve Urkle ).</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span id="more-219"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sejak kecil aku suka sekali menggambar. Tak bisa lihat kertas kosong, langsung saja aku coreti dengan pensil atau krayon. Bahkan kalau kreativitas itu memuncak, tanah-tanah di pelataran rumah siap-siap jadi lembaran raksasa yang memuat gambar-gambarku itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><br />
Aku pernah bermimpi menjadi seorang kartunis. Mungkin ini kuwarisi dari almarhum pakde. Tapi, bermimpi seperti itu pasti akan ditolak mentah-mentah sama kedua orangtuaku. Prospeknya tidak menjanjikankah?, entahlah, saat itu aku memang jadi remaja ”pingit”.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Waktu SMP, aku gemar  membaca. Apa saja kubaca. Mulai majalah bekas, komik, bahkan yang tak lazim seperti label susu, komposisinya, terkadang pula potongan koran bekas bungkus ikan asin atau belacan kerap kubaca terlebih dahulu baru –bila kurasa tak menarik- dibuang ( betapa narsisnya aku waktu itu).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Beranjak SMU, selera membacaku menggila. Perpustakaan kerap jadi sarang ‘laparku’. Walau harus berdesakan mengantri masuk ke perpustakaan (hehe macam ngantri di supermarket) dan jarak kelas yang cukup jauh, aku rela mengayuh kaki ke perpustakaan. Sekedar mengingat, (ehm) di sini aku bertemu dengan cintaku, Nelva, cinta yang tak pernah terungkap, hingga kini, ah dimana ya sekarang ia? masih ingatkah ia lagu ’Masih (sahabatku kekasihku)’ Ada band itu?.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Titik kulminasi meyakini aku bisa menulis fiksi adalah saat di kelas 3 SMU, Bu ’JH’, guru bahasa dan Sastra Indonesia –yang terkenal dengan cubitan yang ’pedas’ itu- menugaskan membuat beberapa kata –kata sulit (sekitar 25an) menjadi sebuah cerpen. Aku lupa judul cerpen yang kubuat, tapi yang begitu membekas di alam bawah sadarku, waktu itu akulah satu-satunya di kelas 3 yang mendapat nilai A+, betapa naik daun telingaku waktu itu (hehe). Selang beberapa bulan kabar baik juga menyerta, raihan juara kelas kuraih di depan mata-mata yang mencemoohku  itu (hehe, Guntur, Andre, Uhud,  betapa kulihat kabut di wajah kalian waktu itu).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, bagiku, kota Siantar bukanlah kota yang tepat untuk menyuburkan minat menulisku. Terbukti waktu itu, aku hanya bisa ’berguru’ pada lembaran-lembaran majalah – semacam Aneka, Annida dan beberapa majalah bekas yang tak kutahu apa judulnya). Tak ada sesosok yang bisa ku tanya-tanya tentang minatku ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka tatkala ku hijrah ( lebih pas ketimbang terdampar ) ke Medan, bekerja di sebuah instansi pendidikan, dan setahun kemudian aku –beruntung bisa- kuliah di sebuh kampus dengan biaya yang –katanya-  murah (menurutku sih mahal), mudah dijangkau dengan transportasi darat, laut..udara <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku dilema saat itu, karena semenjak terdampar di Medan, aku memang tak berniat kuliah –tapi mau kulliyah- karena aku tahu orangtua di kampung tak akan sanggup mengkuliahkanku, kalaupun sanggup, rasanya aku tak mau menambah pikulan beban di pundak mereka. Tapi, apa mau dikata, atas anjuran kakakku, juga restu emak dan ayah, maka bismillah aku melangkah menjejakkan tempat yang –sumpah!-tak pernah aku bermimpi menjadi : Mahasiswa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tanpa berpikir pendek –apalagi panjang- aku langsung memeluk kelas Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Mantap!, laki-lakinya Cuma lima orang, jadi kalau –boleh sombong sedikit- masuklah aku nominasi harapan satu, itupun harapanku (hehe). Citaku hanya satu di sana, bisa memaksimalkan kemampuan menulisku, lalu mengajarkan pada generasi muda. Aku pun memekik girang, tatkala di semester satu sudah masuk materi sastra dan menulis. Sempat kuraba-raba ( bosen dengar-dengar) jurusanku itu ternyata memfokuskan untuk maksimalkan empat kompetensi dasar berbahasa ( Membaca, menyimak, berbicara dan menulis).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tapi apa lacur, di sini aku malah terasing dalam keramaian. Aku merasa jadi sesosok yang munafik pangkat tujuh (kalikanlah sendiri). Bagaimana tidak?, aku jurusannya sastra, tapi –sumpah!- tidak pernah di kelas ada kegiatan semacam itu, hanya kelas-kelas bermateri kering berhulu dari diktat yang dilihat dari tahunnya sudah ’wajib’ dimuseumkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tapi apa lacur (lagi),  hanya aku yang kurasakan ini?, aku heran seheran –herannya ( hiperbolis). Lantas apakah aku menyerah?, oh tidak kawan, aku pejuang dan petarung dari Titik sandora hingga titik puspa (hehe). SolusinyaAku buat media, namanya website ( waktu itu belum ada Blog, friendster apalagi facebook ) menggunakan Ms.Frontpage dan ku publish di Geocities –setahun terakhir layanan ini telah dihapus penyedianya. Beberapa karyaku sempat kuposting di situs ini. Dan hanya sekedar itu, tak ada foolow up, tak ada nyali –barang setitik!- mengirimkan ke media.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hingga waktu merambat, cukup lama dan kini aku pun berada di penghujung kuliahku, semester tujuh. Membangun komunitas KOMA (komunitas pecinta membaca dan berkarya) yang memang menjadi asaku agar mahasiswa Bahasa dan sastra indonesia menjadi akademisi yang –juga-praktisi sastra.<br />
Merangkak bersama ternyata menguatkanku, secara pribadi aku merasa tak kesepian di kampus yang kering sastra ini, bahkan geliat KOMA mampu mengail minat kawan-kawan yang semula lesu di UKM Seni untuk membuat kegiatan dan membuka ’batok’ yang selama ini menutupinya. Juga komunitas-komunitas jurusan pun turut bermunculan bak jamur di musim hujan, baguslah itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku bersyukur, karya di media sudah kugurat lewat ’Catatan Sahari’ –Rubrik B’Gaul, Medan bisnis, 31 Januari 2010. Juga atas cerpenku ’Pak Uban’ yang lebih dahulu masuk sebagai salah satu cerpen terbaik dalam antologi Cermin HMJ BSI SUMUT.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Walau sudah banyak mahasiswa yang terseleksi alam di KOMA,  tapi memang seperti itulah kehidupan, kita tak bisa memastikan, terkadang seseorang yang kita anggap bisa melanjutkan perjuangan nyatanya bergegas berkemas kembali ke kegelapan, malah yang tak kita kira bisa berkontribusi banyak di KOMA, tiba-tiba muncul sebagai energi baru dengan loyalitas yang buatku geleng-geleng kepala.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku  bersyukur –lagi. Beberapa keluarga di KOMA juga sudah bisa menetaskan karya-karyanya di media, Tiflatul Husna, Lilik suryadi, Farida Hanum juga yang lain, ah&#8230; aku merasa Bahagia saat ini.  Setidaknya ini adalah shock theraphy untuk kawanan ’ternak’ yang kerap melenguh dan kelak mengaku mencetak tapi cetakannya retak-retak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jujur, sampai saat ini aku masih tidak percaya, kalau KOMA bisa  ada dan menjadi bagian dari jejak –setidaknya mahasiswa- Sastra Sumatera Utara. Tapi di balik semua ini, aku merasa malu menyandang Ketua KOMA, karena aku sendiri masih tetap pemalu. Lantas, apakah aku harus berhenti menjadi seorang pemalu?. Kalau iya, bagaimana caranya?.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ah, sampai saat ini aku masih menjadi seorang pemalu yang akut. Walau tidak sekronis dulu. Menulis, apalagi jika karya diterbitkan di media cetak atau dimuat dalam bentuk buku, ternyata bisa meningkatkan rasa percaya diri. Apapun, hingga kini rasa malu masih aku pelihara, walau terkadang harus ku usir –apalagi saat terdesak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hei kawan lihatlah!, saat ini aku tidak  sendirian. Ada banyak saudara di KOMA  yang selalu di sampingku, ada keluargaku, ada Kerabat KOMA di sebrang sana, KOMPAK dan KOMPAS yang saling memotivasi dan turut serta menebar asa meninggalkan jejak di dunia lewat gurat kata-kata,  ada Komunitas besar di sana (KSI,HP, Berbagai teater yang tetap konsisten menjadi barometer sastra di Sumatera Utara).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Padamu dan semesta aku berkabar: di KOMA aku bahagia.<br />
Alhamdulillah ^_^.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Gazebo imaji , 29 Maret  2010</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=219&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/04/02/memoar-si-pemalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/04/untuk-memoar-si-pemalu1.jpg?w=159" medium="image">
			<media:title type="html">untuk memoar si pemalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>After PKTM</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/03/01/after-pktm/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/03/01/after-pktm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 12:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pelajaran yang bisa dipetik, lelah memang, tapi itulah&#8230; tak mudah menjadi manusia seutuhnya, yang Universal dan menjadi diri sendiri, tapi itulah anak-anak KOMA.  tak ada KATA selain BAHAGIA !! BAHAGIA..DAN BAHAGIA&#8230;. karena hidup ini INDAH! setelah pelatihan&#8230; Kelegaan itu ADA ! eugH&#8230;!!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=161&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffff00;">Banyak pelajaran yang bisa dipetik,</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">lelah memang, tapi itulah&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">tak mudah menjadi manusia seutuhnya, yang Universal dan menjadi diri sendiri, </span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">tapi itulah anak-anak KOMA.  tak ada KATA selain BAHAGIA !!</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">BAHAGIA..DAN BAHAGIA&#8230;. karena hidup ini INDAH!</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/03/image008.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-162" title="image008" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/03/image008.jpg?w=334&#038;h=249" alt="" width="334" height="249" /></a></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">setelah pelatihan&#8230; Kelegaan itu ADA ! eugH&#8230;!!</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=161&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/03/01/after-pktm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/03/image008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Sahari*</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/16/catatan-sahari/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/16/catatan-sahari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 15:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Pukul 11.17 WIB Siang menelan pagi. Kusandarkan tubuhku pada pepohonan di pinggiran jalan raya. Sudah seminggu ini ada sesosok yang begitu menarik perhatianku. Sebenarnya tiap hari aku melihatnya, tapi entah kenapa belakangan ini serasa otak investigasiku berkerja lebih, hingga sosok itu masuk dalam daftar penelitianku. Bukan, bukan sosok Medina Kamil yang ingin ku kenal lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=140&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-177" title="ctt" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt.jpeg?w=116&#038;h=116" alt="" width="116" height="116" /></a>Pukul 11.17 WIB</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Siang menelan pagi. Kusandarkan tubuhku pada pepohonan di pinggiran jalan raya. Sudah seminggu ini ada sesosok yang  begitu menarik perhatianku. Sebenarnya tiap hari aku melihatnya, tapi entah kenapa belakangan ini serasa otak investigasiku berkerja lebih, hingga sosok itu masuk dalam daftar penelitianku.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><span id="more-140"></span></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> </span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Bukan, bukan sosok Medina Kamil yang ingin ku kenal lebih dekat, bukan. Juga bukan  sesosok avonturir yang hobi parkour . Ini begitu lain, entahlah… agak sukar menjelaskan untuk kau &#8211; aku : kita. Dunia kian hari kian membingunkanku sobat.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Ceritanya bermula saat aku pergi dan pulang kuliah. Selalu kulintasi ia. Sosok yang masih tetap begitu, berhari, berbulan, bertahun.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Hingga kini, saat aku hendak menyesaikan kuliah magister psikologi, Ia tak bosan  dengan gaya nyentrik layaknya sebuah arca.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Maka demi menandaskan rasa penasaranku,   hari Minggu ini, ku khususkan waktu untuk mengenalnya lebih jauh.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> Tapi untuk originalitas data yang kudapat, akhirnya kuputuskan utuk mengamatinya dari jarak yang cukup aman dan tak mencurigakan.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Pukul 12.56 WIB<br />
Kuambil notes dari ranselku. Kutuangkan sosok itu dalam kata-kata. Wajahnya lusuh  terbenam menghujam ke aspal yang ia duduki. Bulir matanya tak pernah bertatapan dengan sosok-sosok di sekitarnya. Sedetikpun ia tak mendongakkan wajahnya.     Sementara puluhan lalat yang setia menemaninya dibiarkan menghinggapi tubuhnnya.<br />
Sebuah handuk hijau kecil melingkar di lehernya. Tangan kiri masih membentuk siku 90 º . Ujung tangan itu membentuk mangkuk kecil yang tersusun  dari ruas jemari berkuku panjang dan kotor.<br />
Ia hanya bercelana pendek dan bertelanjang dada, sehingga jelas terlihat pahanya yang tak mulus dan tubuh yang menonjolkan tulang-tulang berhiaskan koreng. Sebuah busa bekas yang kumal dan berlumur debu mengalasi duduknya.<br />
Sosoknya terhidang di gerbang sebuah pusat perbelanjaan dan bioskop ternama di Medan, tempat yang strategis untuk mendulang iba dari lalu-lalang sophaholic dan movieholic.<br />
Itu pun bagi yang iba, seringkali gadis – gadis genit berdandang eksotis mengamit-amit diri sambil meludah, memalingkan muka dari realitas yang tersuguh di dekatnya.<br />
Siang kian melekat, mentari mulai tergelincir ke barat. Sosok itu bagaikan patung, tak peduli dengan ganasnya mentari membakar kulitnya yang hitam kelam.<br />
Pukul 13.14 WIB<br />
Waktu terus mengalir, tak satupun dari ribuan orang di sana mengetahui bahwa di seberang sana, di balik rerimbun pagar bonsai ada dua sosok yang sesekali memperhatikanku.<br />
Seorang pria bertopi kuning lusuh yang menyanding rokok dengan kepulan yang tiada henti dan seorang pria bertubuh kekar penuh tato dengan botol-botol hijau yang berserak di dekatnya. Keduanya meliarkan matanya yang memerah padaku. Tapi aku tak sadar akan hal itu.<br />
Pukul 14.45 WIB<br />
Awan menangis. rintik gerimis satu-satu menimpa. Beberapa sophaholic tampaknya tergesa, takut tersentuh tetes bening hujan atau takut baju mahalnya basah. Ah.. orang sekarang kian sulit dipahami.<br />
Kutatap sosok itu, masih tak bergeming. Tangannya mengapit kantung dari karung plastik. Ia bagaikan tembok yang tak peduli akan hingar-bingar lagu yang berhulu dari tenda-tenda berisi puluhan kaset CD bajakan di dekatnya.<br />
Kukira dunia sudah tak ada arti baginya, begitu pahitkah hidup ini?, hatiku miris juga teriris.<br />
Pukul 15.13 WIB<br />
Gerimis berganti hujan lebat. Sosok bertopi  yang duduk di rerimbun pagar bonsai itu bergegas menghampiri sosok itu. Ia berbicara sepatah kata, mengambil karung plastik milik sosok itu dan  segera ia menuntun lelaki itu.<br />
“Ah&#8230;! sosok itu buta!” malang nian kau pak tua  jeritku dalam hati.<br />
Keduanya berjalan sangat cepat, pria bertopi menarik sosok tua itu dengan tarikan – tarikan paksa. Aku ingin menghampiri, tapi kufikir apa aku ada hak atas itu?. Maka  aku urungkan niat, lebih baik kuselesaikan investigasiku dengan membuntuti keduanya lewat selasar Mall.<br />
Pukul 15.57 WIB<br />
Hujan kian lebat. Seorang  ojek payung  menyumpahi  sesosok wanita yang tak memberinya uang  walau ia sudah ojekin  ke mobilnya.<br />
“Bah ! pelit…. barang gopek sekalipun tak kau kas !“ umpatnya ditengah guyuran hujan.<br />
Kedua sosok itu berteduh di emperan ruko. Aku tak mau kehilangan momen,  segera kuturut membelah hujan menguntit dan bernaung tepat di ruko  sebelah  kedua sosok itu.<br />
Sesekali kucuri pandang ke kedua sosok itu, lelaki bertopi lusuh itu tampak mengaduk-aduk karung goni mereka. Sosok tua dan buta itu hanya menggulung tangan mencoba mengibaskan dingin yang mulai menusuki kulit dan mendirikan bulu kuduknya.<br />
Pukul 16.18 WIB<br />
Mobil-mobil bermandikan air hujan. Begitu rapat seolah tak menyisakan  celah untuk  tak tersentuh ruang hampa. Angin masih mendesir. Keduanya masih berdiri tegak di emper ruko. Lelaki bertopi lusuh  itu mengambil sesuatu dari sakunya, lalu ia duduk nongkrong sambil menikmati batangan tembakaunya.<br />
Seorang pria yang berteduh di situ, memberinya segenggam rambutan yang – sepertinya- ia beli. Lelaki bertopi lusuh itu menerimanya dan menyimpan semua rambutan itu.<br />
Sejurus kemudian ia mengambil sebuah, lalu ia kupas untuk si lelaki buta.<br />
“ Amang oi&#8230;.!, si buta itu tak beralas kaki&#8230;. duh&#8230;!” jerit hatiku.<br />
Pukul 17.56 WIB<br />
Hujan mereda. Air menggenang. Hanya tersisa  titik-titik halus yang sekedar mampu membelai dan meninggalkan jejak embun di  rambutku.<br />
Aku terduduk di halte sebuah kampus swasta yang posisinya tepat di belakang Mall.<br />
Ratusan sepeda motor berjejer rapi. Kedua sosok itu melintasi kampus ini, bergegas  keduanya menuju satu gang sempit.<br />
Di depan ruko, pada lorong yang sunyi.  Si pria bertopi membuka karung plastik, tangannya sibuk menghitung penghasilan hari ini. Puluhan lembar ribuan dan keping ratusan ia jumput dari dalam kantung itu.<br />
Mulutnya menggumam. “Seratus tujuh puluh enam ratus …!“ . ada nada tidak puas meluncur dari bibirnya. Matanya semakin memerah saga. Adrenalin memuncak menimbun emosi di ubun-ubun. Ditatapnya sosok tua itu. Tiba-tiba sesuatu yang tak kuduga terjadi.<br />
“Bug&#8230;!, Plak…!, plak&#8230;!“ Tinju dan tamparannya mengena pas di wajah tua itu. Darah muncrat dari hidung. Sosok buta itu juga  berkumur  darah. Satu giginya tanggal.<br />
“Kau&#8230;! biasanya dua ratusan lebih&#8230;.!! ini kurang?,  mana kau sembunyikan sisanya&#8230;. ?”<br />
“Mana …. ? hah!“ Lelaki bertopi lusuh itu masih membabi buta menanyainya.<br />
Sementara sosok  buta itu sudah  tersungkur, memeluk tanah basah.</p>
<p>***<br />
Dari balik tembok kulihat sosok tua itu tergolek kaku. Hatiku berontak memaksa untuk segera bertindak.</p>
<p>“Sahari, kuatkan keberanianmu lekas kau tolong pria tua itu “<br />
Tapi, baru selangkah kakiku terayun. Sebuah cengraman kasar menyentuh pundakku. Aroma bahaya menyeruak dalam diriku. Tanpa berfikir panjang segera ku berbalik dan mencoba menepis tangan kekar itu. Berhasil&#8230;! aku bisa lepas dari cengraman sosok itu.<br />
Tapi terlambat, tubuhku oleng dan sosok itu tak membuang kesempatan. Dengan seringai bengisnya, bertubi-tubi ia daratkan kepalan tinju ke wajah dan perutku. Terakhir ia membenamkan  sesuatu ke dadaku. Aku bersimbah darah. Pandanganku gelap. Alam mengirim sepi, angin menjemput amis. gerimis kembali hadir.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Dunia KOMA UMN, 15 – 22  Januari 2010<br />
Keterangan :<br />
Parkour     : olah raga kemampuan melintasi medan/rintangan sulit,seperti  melompat  dari satu gedung ke gedung lain .<br />
Sophaholic                 : orang yang kecanduan belanja<br />
Movieholic                  : orang yang kecanduan nonton</p>
<p>Dimuat di Medan Bisnis, 31 Januari 2010 </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=140&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/16/catatan-sahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ctt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Fakta ke Fiksi</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/07/dari-fakta-ke-fiksi-2/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/07/dari-fakta-ke-fiksi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Ada email dari JONES GULTOM to mengikatmakna@gmail.com Cerpen berjudul catatan Sahari akan dimuat di medanbisnis edisi 31 januari 2010, kami tunggu karya Anda yang lain. Akhirnya … Ada karya KOMA  yang masuk media – tepatnya di Medan Bisnis- tanggal 31 Januari 2010. Cerpen ‘Catatan Sahari’ yang mengisahkan investigasi seorang mahasiswa psikologi bernama Sahari pada seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=104&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/mail.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-105" title="mail" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/mail.jpeg?w=143&#038;h=107" alt="" width="143" height="107" /></a>Ada</strong><strong> email dari JONES GULTOM </strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="color:#00ff00;">to mengikatmakna@gmail.com</span> </strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Cerpen berjudul <strong>catatan Sahari </strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> akan dimuat di medanbisnis edisi 31 januari 2010,</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">kami tunggu karya Anda yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#ffcc00;">Akhirnya … Ada karya KOMA  yang masuk media – tepatnya di Medan Bisnis- tanggal 31 Januari 2010. Cerpen ‘Catatan Sahari’ yang mengisahkan investigasi seorang mahasiswa psikologi bernama Sahari pada seorang pengemis buta yang melibatkan sindikat Kriminal yang akhrinya meregang nyawa mahasiswa ini.</span></p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><span id="more-104"></span></span></p>
<p><span style="color:#ffcc00;"> <a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt-si-roy.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-184" title="ctt si roy" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt-si-roy.jpeg?w=118&#038;h=187" alt="" width="118" height="187" /></a>Widiuuuh..!!,  tak dinyana, judulku ini mirip dengan judul gambar di samping ini.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Proses kreatifnya gimana gitu kak ? Tanya beberapa kerabat di KOMA. Cerpen ini 55% asli. Realita apa adanya, aku hanya menuliskan ulang lewat kata-kata yang –mungkin- lebih sastrawi. Sementara 45% lainnya imajinasi yang berkembang setelah terkumpulnya data-data tentang pengemis tua itu.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Aku menyusuri jalanan, rencanaku ke Wali Songo dan Gramedia Gajah Mada, <strong>JRRNB</strong> –<em>JustReadReadNotBuy</em>. Tapi, agenda itu kupupus, karena ada sesosok pengemis yang terhidang di depan pusat perbelanjaan dan bioskop. Ia begitu menarik perhatianku. Tak lazim sebagaimana seorang pengemis.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Ia tak bergeming, ia seperti arca. Di tempat yang strategis untuk mendulang iba orang yang lalu –lalang ini kerap beberapa orang menjauhkan dirinya dari sosok itu. Lama aku didekatnya – tepatnya dua meter di sampingnya. Dengan menyanding sebuah notes –lembaran kertas HVS bekas- aku menuangkannya dalam kata-kata : “… wajahnya menghujam ……tangannya 90 derajat…… ruas jemarinya membentuk mangkuk dengan kuku kotor…” hingga tak terasa notesku penuh tiga halaman.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Gerimis turun saat itu, disusul hujan lebat. Maka pengemis buta itu dituntun oleh seorang bertopi kuning lusuh, menghindari derasnya hujan dengan beteduh di depan ruko, aku pun membelah hujan mengikuti dan berdiri di ruko disebelahnya. Beberapa ojek payung panen, tapi ada satu yang sebel karena nggak dibayar oleh seorang wanita yang –merasa- tak meminta diojekin.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Setelah reda, kedua sosok itu menyusuri jalanan yang penuh dengan kereta. Tepatnya di depan sebuah kampus. Aku menguntitnya dan mengakhiri investigasiku dengan melihat mereka menghitung penghasilannya hari ini. Hari sudah cukup gelap, magrib tiba. Dan aku bergegas menunaikan kewajibanku,  lalu pulang.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><strong>*** </strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Bagaimana ?  Sangat persis bukan dengan cerpen ‘Catatan Sahari’ ?. kau pun bisa kan?. Modalnya Cuma satu : MAU menjemput ide, peristiwa, tokoh atau latar , atau ikat saja lewat kata apa saja yang engkau lihat. Intinya, cerpen seperti ini jauh lebih hidup dan beberapa cerpen yang diangkat dari kisah nyata akan lebih menyentuh dan logis, lihatlah Bob Marley kak Hasan AL Banna , tokohnya ada dan itu diolah menjadi cerpen yang bagus kali, buktinya lihatlah kumcer Sriti.com yang berjudul Bob Marley.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Mengingatkan lagi, pelajaran pertama anak KOMA dari kak Hasan, adalah bagaimana kita menceritakan sesuatu yang dekat dengan diri kita, lingkungan kita, dan kita –walau- di punggung UMN , bisa toh mendapatkan Paku, botol, kaleng cat, kawat, plastik bahkan ilalang!, artinya, semua tergantung bagaimana kau mau memfungsikan otak kreatifitasmu bekerja.Dan ingatlah orang kreatif lebih pintar daripada orang pintar.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Mengingatkan juga kata Pak Antilan Purba saat ini bukan saatnya lagi kita mengarang tapi menuangkan peristiwa lewat sastra. Ayo&#8230; Kamu bisa kok kawan – anak KOMA &#8211; tulisan kalian sudah tidak SMU lagi, karena tema kalian bukan hanya CINTA, cintA dan CinTa&#8230; atau justmyself !.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kata Zulfan ‘KOMA’ Masih banyak lagi yang bisa diangkat utntuk jadi sebuah cerita, politik, sosial,psikologi dll. Dan tema pendidikan yang diangkatnya itu menurutku bagus, walau ada yang mesti ditambalnya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><span style="color:#00ffff;"><br />
</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>Kata terakhirku, kata pamungkas ; </strong><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>yang selalu kugurat dalam jiwa </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>yang tersemat di liang sukma </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>yang tergores di dinding minda</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>yang terpancar pada binar mata:</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>Ikatlah Makna maka kau ADA</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>KOMA, </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><strong>Lingkar pelangi sesudah hujan !</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=104&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/07/dari-fakta-ke-fiksi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/mail.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">mail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ctt-si-roy.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ctt si roy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh :Yuk mengalir</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/oleh-oleh-yuk-mengalir/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/oleh-oleh-yuk-mengalir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 15:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan sudah karya2 anak KOMA dibedah, tentu kamu sudah merasakan sendiri cerpen2 mana yang liat judulnya atau baru sepenggal aja udah nggak minat lagi buat bacanya. Nah, cerpen2 ka2 dulunya juga gitu, tapi sekarang udah mulai bisa ngatasinya, gimana itu..? Nah ANAK KOMA, untuk bisa menghasilkan tulisan yang mengalir, caranya Cuma satu, tapi mudah.nah lho?. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=93&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#00ccff;"><a href="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ea.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-94" title="ea" src="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ea.jpeg?w=124&#038;h=93" alt="" width="124" height="93" /></a> Sebulan sudah karya2 anak KOMA dibedah, tentu kamu sudah merasakan sendiri cerpen2 mana yang liat judulnya atau baru sepenggal aja udah nggak minat lagi buat bacanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Nah, cerpen2 ka2 dulunya juga gitu, tapi sekarang udah mulai bisa ngatasinya, gimana itu..?</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Nah ANAK KOMA, untuk bisa menghasilkan tulisan yang mengalir, caranya Cuma satu, tapi mudah.nah lho?.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><span id="more-93"></span></span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Cara ka2 membuat cerpen yang mengalir itu dengan memasuki wilayah berlatih menulis bernama : Cathar.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Dalam menulis cathar ada syaratnya. Syaratnya sangat menyenangkan</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><strong><em> Pertama,</em></strong> kamu perlu spontan dalam mengalirkan kata2. apa saja. Sekali lagi apa saja. Pokoknya yang kamu lakukan  hanya mengalirkan.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><strong><em> Kedua, </em></strong>kamu perlu berada dalam keadaan sangat bebas. Sangat bebas yang dimaksud di sini adalah terserah kamu. Tak usah pikirkan hasilnya, tak usah mikirin orang lain.    Tumpahkan secara total apapun yang kamu pikir dan rasakan.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Tuliskan apa saja yang berkelebat di kepalamu saat ini. Apa saja, gunakan bahasa semaumu. Semua yang kamu tulis itu milikmu. Kamu boleh melakukan sekehendak hatimu. Alirkan, ya pokoknya alirkan.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><strong><em> ketiga, </em></strong>cobalah lakukan menulis cathar sesering mungkin apabila kamu ingin bisa menulis cerpen yang mengalir.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Bagaimana bila kamu kepengen sekali membuat cathar, namun tak ada yang keluar?bersabarlah. ini cara yang terbaik untuk mengatasi kemacetan itu. Kamu, sekali lagi, tidak boleh main paksa. Ingat spontan dan bebas.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Kalau toh kamu memang ingin memaksa diri, juga tidak salah. Sebab kamu memaksa diri sendiri yang memang kau ketahui. Jadi kalau kamu ingin memaksakan diri, ya tidak apa-apa. Saya dukung dalam hal ini.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan dalam proses “memaksa diri”. Salah satunya adalah dengan menuliskan kata”macet” berulang kali. Biarkan cathar anda terisi oleh kata itu. Tidak apa2. pokoknya, yang penting anda sudah bersaha mengalirkan lebih dahulu. Oya yang perlu kamu pahami adalah “proses mengalirkan” bukan tentang apa yang harus anda tulis atau alirkan.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Setelah kamu rutin dan sesering mungkin menulis cathar dengan cara diatas- walau bentuk yang dialirkan itu tak karuan- kamu sudah dapat dicalonkan untuk menjadi penulis yang dapat menbuat tulisan yang mengalir.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Ini bukan untuk mneyenangkan hatimu lho. Bukan, ini sungguh2 sesuatu yang serius. Sebagaimana kata <em>Stephen King</em> apabila anda ingin jadi penulis hebat, menulislah dengan tidak meremehkan tentang apa yang anda tuliskan</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=93&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/oleh-oleh-yuk-mengalir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emhabahagia.files.wordpress.com/2010/02/ea.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lihat..lihat..lihatlah..!!</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/lihat-lihat-lihatlah/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/lihat-lihat-lihatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 15:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Terkecoh Pada Keberhasilan Seseorang. Karna Di Balik Kejayaan Selalu Ada Jalan Panjang Berisikan Catatan PerjuangAn Dan Pengorbanan. Keringat Dan Kepayahan. Tak Ada Jalan Pintas Untuk Sebuah Kesuksesan. Bila Anda Terpesona Pada Kenyamanan Yang Diberikan Oleh Kesuksesan, Anda Bisa Lupa Dari Keharusan Untuk Berupaya. Namun, Bila Anda Terkagum Pada Ketegaran Seseorang Dalam Berusaha, Anda Akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=89&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Jangan Terkecoh Pada Keberhasilan Seseorang. Karna Di Balik Kejayaan Selalu Ada Jalan Panjang Berisikan Catatan PerjuangAn Dan Pengorbanan. Keringat Dan Kepayahan.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Tak Ada Jalan Pintas Untuk Sebuah Kesuksesan.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Bila Anda Terpesona Pada Kenyamanan Yang Diberikan Oleh Kesuksesan, Anda Bisa Lupa Dari Keharusan Untuk Berupaya.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Namun, Bila Anda Terkagum Pada Ketegaran Seseorang Dalam Berusaha, Anda Akan Menyerap Energi Kekuatan, Keberanian</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Dan Kesabaran.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffff00;">Karna Tak Ada Harga Diskon Untuk Sebuah Keberhasilan. Berusahalah Terus.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>[catatan untuk perjalanaN )</strong></span></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=89&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/lihat-lihat-lihatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Direnungkan bersama</title>
		<link>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/untuk-direnungkan-bersama/</link>
		<comments>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/untuk-direnungkan-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 14:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emhabahagia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emhabahagia.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[seberapa luas kau tebar pandang seluas meja kah ? sepetak ruang kerja kah? atau sebesar gedung ? pandanglah keluar tebarkan pandanganmu carilah ujung cakrawala nikmatilah temaramnya senja duniamu lebih luas dari yang kau sangka kau dianugrahi lautan, pegunungan , hutan, mata air sadarilah ini lebih bermakna ketimbang kau melihat rumput tetangga tinggalkan saja kerja anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=85&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;"><em>seberapa luas kau tebar pandang</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;"><em>seluas meja kah ?</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;"><em>sepetak ruang kerja kah?</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;"><em>atau sebesar gedung ?</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#00ff00;">pandanglah keluar</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;">tebarkan pandanganmu</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;">carilah ujung cakrawala</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;">nikmatilah temaramnya senja</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ffff;">duniamu lebih luas dari yang kau sangka<br />
kau dianugrahi lautan, pegunungan , hutan, mata air<br />
sadarilah ini lebih bermakna<br />
ketimbang kau melihat rumput tetangga<span id="more-85"></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;">tinggalkan saja kerja anda<br />
esok masih ada<br />
kecuali anda mau menyesal karena di saat anda senja<br />
baru tersadar kemolekan semesta raya</p>
<p style="text-align:center;">waktu adalah anak panah yang melesat kencang<br />
tak mampu melambatkan atau menghentikannya<br />
selama masih ada waktu tersisa</p>
<p style="text-align:center;">tak perlu ragu tuk menikmati kehadiran anda di di bumi ini<br />
ketika anda menyadari betapa berharganya itu semua<br />
anda akan sadar betapa berharganya anda yang mungil ini disemesta yang luas<br />
kehadiran anda bagian dari alam ini<br />
hiduplah penuh keseimbangan</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ffff;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emhabahagia.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emhabahagia.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emhabahagia.wordpress.com&amp;blog=10969846&amp;post=85&amp;subd=emhabahagia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emhabahagia.wordpress.com/2010/02/06/untuk-direnungkan-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f461170c43930b0f8966c763c6f80f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emhabahagia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
